VSAT - Teknologi Broadband Internet Via Satelit


VSAT (Very Small Aperture Terminal) adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk parabola dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. VSAT merpakan layanan internet berkecepatan tinggi dan dapat menjagkau hingga ke seluruh wilayah Indonesia yang tidak terjangkau jaringan teresterial ataupun fiber optic.

Sama halnya dengan layanan satelit untuk televisi, VSAT juga menggunakan C-Band (4-6 GHz) dan KU-Band. C-Band lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan KU-Band. Satelit ini menggunakan frekuensi yang berbeda antara menerima dan mengirim data. Intinya, frekuensi yang tinggi digunakan untuk uplink (5,925 sampai 6,425 GHz), frekuensi yang lebih rendah digunakan untuk downlink (3,7 sampai 4.2 GHz).


Cakupan jangkauan KU Band VSAT untuk wilayah Indonesia

Cakupan: Palapa D - Ku Cakupan Band - Beam Indonesia
Cakupan internet VSAT menggunakan satelit Palapa D,  Satelit Telkom-1 menggunakan C-Band (4-6 GHz) dengan cakupan seluruh Indonesia

Pendapat umum mengatakan bahwa koneksi dengan satelit adalah koneksi yang paling cepat. Kenyataanya adalah tidak. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.

Topologi VSAT


Keunggulan VSAT adalah:
- Tidak akan terganggu oleh link microwave dan teknologi lainnya
- Dioperasikan dengan parabola kecil (berdiameter mulai dari 0,9 m)
- Instalasi Mudah

Kekurangan VSAT adalah:
-Koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca (terhadap molekul air).
-Peralatan yang memakan tempat
-Latency yang lebih tinggi di bandingkan kabel
-Biaya investasi peralatan mahal, di Indonesia sekitar Rp25.000.000 untuk sistem jual lepas (peralatan menjadi hak milik sendiri), dan sekitar Rp 4.000.000 untuk sistem kontrak alat selama 2 tahun. Harga pemasangan& tarif masing-masing operator penyedia layanan berbeda, untuk lebih jelasnya dapat Anda minta penjelasan pada operator tersebut

Komponen VSAT:
1. Unit Luar :
Antena/dish/parabola ukuran 2 hingga 4 ft (0.55-2.4 m), yang dipasang pada atap, dinding atau di tanah.
BUC (Block Up Converter), yang menghantarkan sinyal informasi ke satelit.Juga sering disebut sebagai Transmitter (Tx).
LNB (Low Noise Block Up), yang menerima sinyal informasi dari satelit. Juga sering disebut sebagai Receiver (Rx). 

2.Unit Dalam :
Modem (Modulator / Demodulator), sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50 meter.
IFL (Inter Facility Link). Merupakan media penghubung antara unit dalam & unit luar. Berbentk kabel koaksial dan biasanya menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).
Satelit merupakan alat di orbit bumi khusus untuk menerima dan menghantar secara nirkabel, berkomunikasi melalui frekuensi radio. 

Berapa kecepatanannya?
Kecepatan download 1 Mbps up to 45 Mbps
Kecepatan upload 128 Kbps up to 1.1 Mbps


Teknologi yang tersedia:
  1. SCPC – Single Channel Per Carrier
  2. TDM/TDMA – Time Division Multiplexing/Time Division Multiple Access
  3. FDMA – Frequency Division Multiple Acces
  4. DAMA – Demand Assigned Multiple Acces
  5. DVB-IP (DVB RCS) – Digital Video Broadcasting-Internet Protocol.
Aplikasi VSAT Receive Only (Downlink saja)
  1. Stock market & news broadcasting
  2. Training dan distance learning
  3. Distribusi financial trends & analisis
  4. Memperkenalkan produk baru pada lokasi pasar yang terpisah secara geografis
  5. Update data pasar, berita dan katalog (harga)
  6. Distribusi video dan TV programs
  7. Distribusi music ke toko & area publik
  8. Relay iklan ke papan elektronik di toko retail
Aplikasi VSAT Transmit/Receive (Downlink & Uplink)
  1. Transaksi interaktif berbasis komputer
  2. Aplikasi dan backbone Internet
  3. Video Teleconferencing
  4. Database inquiries
  5. Bank transactions, ATM
  6. Reservation systems
  7. Distributed remote process control dan telemetry
  8. Komunikasi suara dan VOIP
  9. Layanan darurat
  10. Transfer elektronik pada Point-of-Sale
  11. Medical data transfer
  12. Sales monitoring & stock control
Berikut beberapa contoh perusahaan dan intstansi pengguna VSAT
  1. Pertambangan dan energi yang berada di daerah terpencil
  2. Toko obat (apotik), supermarkets, kesehatan (rumah sakit)
  3. Perusahaan manufaktur, hubungan site plant ke head office
  4. Kurir, hotel, travel agents, car rental, food manufacturers
  5. Dealer kendaraan bermotor, bengkel dan pom bensin
  6. Bank, asuransi, lembaga keuangan lainnya
  7. Lembaga pemerintahan
  8. NAP, ISP, Warnet dll.
Semoga bermanfaat.

Salam..

8 comments

perkembangan aplikasinya sendiri bagaimana ya?

Untuk jenis aplikasi (penerapan) sudah dijelaskan diatas. Mengenai perkembangan aplikasi kita lihat saja nanti, karena pengguna sendiri yang akan menentukan.

Dimana bisa mendapatkan parabola vsat.

di mna saya bisa memesan parabola vsat gan mohon info nya

sy tunggu info nya di no hp: 081917139732

dimana saya bisa menghubungi, atau
saya tunggu infi di no 081367335048

mbahmu itu !!! promosi kok di blog ini... kamprettttt

Indosat menyediakan, silakan hubungi langsung ke pusat


EmoticonEmoticon